August 7, 2020 +62 31 531 6313, +62 31 534 0659info@eddy-turbo.com, eddyturbo@ymail.com Best viewed in resolution 1024x768 or more
Article
Home / News / PERBEDAAN SUPERCHARGER DAN TURBOCHARGER

PERBEDAAN SUPERCHARGER DAN TURBOCHARGER

0

Kedua piranti ini sangat populer di dunia balap, karena kemampuannya adalah bisa menyuntikan tenaga extra pada mesin. Pada kedua piranti ini prinsipnya sama-sama memampatkan udara, supaya udara lebih padat ketika masuk ke mesin. Supercharger ditemukan pertama kali oleh kakak beradik Philander dan Francis Marion Roots dari Amerika Serikat, yang idenya adalah meniupkan angin pada tungku besi. Kemudian pada tahun 1885 dibuatlah piranti fungsional pertama kali.  Supercharger membutuhkan sumber putaran untuk menggerakan komponennya, sumber putarannya biasanya diambil dari tenaga mesin. Rata-rata supercharger bisa menyedot tenaga mesin sampai sepertiganya. Sehingga dianggap tidak sesuai dengan tujuan semula yaitu menaikkan tenaga mesin, karen tenaga mesin telah tersedot dulu sebelum supercharger menaikkan tenaga. Keunggulan dari supercharger ini adalah efeknya lebih spontan, dari putaran rendah sudah terjadi kenaikkan tenaga.

turbocharger berfungsi pada putaran atas dibandingkan supercharger yang maksimal untuk putaran bawah

turbocharger berfungsi pada putaran atas dibandingkan supercharger yang maksimal untuk putaran bawah

Pada turbocharger penggerak komponennya menggunakan turbin yang digerakkan oleh gas buang. Piranti ini dianggap lebih efisien dibanding supercharger karen tenaga penggerakknya menggunakan gas buang. Pada saat ini teknologi turbo telah berkembang yaitu dengan perubahan pada turbinnya. Yaitu turbin dapat berputar lebih ringan dengan adanya  bearing.  Kelemahan turbocharger ini adalah adanya turbo lag, yaitu jeda waktu pada saat turbo bekerja, biasanya terjadi pada saat putaran rendah dimana gas buang masih terlalu lemah untuk menggerakkan turbin. Begitu putaran mesin naik dan gas buang menjadi lebih kencang maka turbo pun langsung bekerja. Kelemahannya lagi adalah karena menggunakan gas buang maka turbin akan menjadi panas, dan tentunya membuat udara yang masuk juga menjadi panas. Untuk mengatasi hal tersebut maka ada piranti tambahan yaitu intercooler, yang bertugas untuk mendinginkan udara sebelum masuk ke saluran bahan bakar. Sehingga udara semakin padat. Seiring berkembangnya teknologi turbo lag bisa diminimalkan atau bahkan dihilangkan dengan penggunaan turbo jenis VNT (Variable Nozzle Turbo) atau VGT (Variable Geometry Turbo).

Recommended Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.