April 16, 2024 +62 31 531 6313, +62 31 534 0659info@eddy-turbo.com, eddyturbo@ymail.com Best viewed in resolution 1024x768 or more
Article
Home / News / Perawatan Pasca Mudik

Perawatan Pasca Mudik

0

Libur lebaran telah usai. Arus balik pun meningkat. Saking sibuknya mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan jauh arus balik. Hingga mobil sendiri sering kali lupa dipersiapkan secara teknis. Terutama pengguna mobil yang mengadopsi turbo jarang memperhatikan turbo pada mesin mobilnya. Akan timbul masalah jika turbo yang digunakan tiba-tiba rusak karena kurang di perhatikan. Nah, Eddy Turbo sebenarnya pernah membahas ini tapi demi pembaca setia akan kami ulas lagi bagaimana tips ringan merawat turbo dengan benar.

1. Perhatikan jadwal penggantian oli

Karena. system kerja turbo itu sangat berat dan butuh pelumasan yang bagus sangat disarankan melakukan penggantian oli sebelum menempuh jarak yang tertera pada buku panduan. “Misalnya, biasanya ganti oli tiap jarak 5000 kilometer, diusahakan menginjak angka 4000 kilometer sudah harus diganti,” jelas Aris Suhendy, pemilik Eddy Turbo Surabaya.

2. Kemudian gunakanlah oli yang sesuai dengan anjuran dari buku pedoman mobil tersebut.

Selain itu, dengan oli yang bagus maka pelumasan akan bekerja maksimal bukan hanya pada komponen masin tapi juga komponen di turbo itu sendiri.

2. Servis secara teratur

Yang dimaksud disini adalah servis ringan. Yaitu dengan mengecek kebocoran oli, suara berisik yang tidak lazim dan serta getaran-getaran yang tidak seperti biasanya terjadi. Hal ini bisa dilakukan di bengkel-bengkel mobil yang punya skill khusus soal turbo.
Namun, ingat jangan sembarang menggunakan jasa bengkel yang tidak memiliki spesialisasi memperbaiki turbo. Pasalnya, bila terjadi kesalahan penanganan akibatnya turbo tidak berfungsi maksimal.

3. Panaskan mesin sebelum mobil dijalankan

Meskipun sudah ada alat adjuster yang bisa membuata turbo menyesuaikan dengan kondisi mesin, tapi kegiatan memanaskan mesin mobil yang menggunakan turbo dianjurkan untuk tetap dilakukan. Begitu juga saat hendak mematikan mesin mobil tidak boleh langsung dimatikan. Tapi harus dibiarkan idle dulu sampai beberapa menit. Untuk masalah ini sudah ada turbo timer yang cukup membantu.
Bila mesin tiba-tiba dimatikan, aliran oli mesin ke turbo juga berhenti dengan tiba-tiba. Padahal, pada saat yang bersamaan turbo masih aktif berputar dengan kecepatan tinggi. Dampaknya bearing didalam turbo akan rusak.

Recommended Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.